Pemilik Properti Wajib Tau! Berikut Jenis Jenis Pajak Properti

Pajak jual beli properti adalah biaya ketika transaksi properti. Hal ini dilakukan pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan. selain itu, pajak jual beli rumah juga bertujuan untuk melindungi masyarakat penghasilan rendah.

Saat membeli atau menjual tanah Tentu ada beberapa biaya yang dikeluarkan, diantara pajak penjualan tanah. Jika Sobat sedang berencana menjual atau membeli properti, sobat wajib pelajari mengenai pajak penjualan properti.

Rumah Komersil Mewah Palembang

Nah, disini kami akan membahas jenis pajak yang harus sobat ketahui sebagai pemilik atau calon pembeli properti.

Jenis pajak dalam transaksi penjualan properti

PPH

Pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan pada penjual sudah diatur oleh pemerintah nomor 48 pasal 1 ayat (1) tahun 1994 yang mengatur tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah atau Bangunan.

Sejak september 2016, pemerintah mengeluarkan peraturan nomor 34 Tahun 2016 tentang PPH atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah atau bangunan pada pasar 2 ayat 1.

besaran PPH dari pengalihan hak atas tanah atau bangun adalah sebesar 2,5%. Peraturan tersebut diterapkan untuk penghasilan yang diperoleh dari penjualan tanah selain rumah yang berupa rumah susun sederhana.

Selain itu, penting untuk diketahui PPAT berhak menolak permohonan pembuatan Akta Jual Beli (AJB) jika penjual belum memenuhi kewajibannya dalam membayar PPh.

PPH wajib dibayarkan sebelum menerbitkan akta jual beli sesuai dengan nominal yang telah disepakati penjual dan pembeli.

PPN

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak penjualan rumah yang bernilai 10% dari hingga transaksi. Pajak ini dibebankan kepada pembeli. PPN wajib dibayarkan langsung ke kas negara apabila pembelian dilakukan perseorangan. Jika Sobat sebagai pembeli melakukan transaksi pembelian tanah dengan developer atau pengembang  Kena Pajak (PKP). Pembeli wajib menyetor PPN nya ke kas negara.

PBB

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak penjualan rumah yang ditentukan oleh objek pajak. PBB merupakan jenis pajak yang bersifat materiil sebab disesuaikan dengan tanah atau bangunan.

PBB dibebankan kepada penjual dan dibayarkan sekali setiap tahunnya. Besaran nilai PBB adalah 0,5% dari NJOP.

BPHTB

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Pungutan ini ditanggung oleh pembeli dan hampir mirip dengan PPh bagi penjual. Peraturan mengenai BPHTB dapat dilihat pada undang-undang nomor 20 tahun 2000 tentang perubahan atas UU nomor 21 tahun 1997 tentang bea perolehan Hak atas tanah dan bangunan.

Besar tarif BPHTB adalah 5% dari NJOP yang sudah dikurangi nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak.

Bagi kamu yang sedang mencari rumah, bisa langsung survey ke Perumahan Asy Syifa Palembang, lokasi di Tegal Binangun, Plaju.

Leave a Reply